SOLUSI CERDAS MENCAPAI KEBAHAGIAAN
Contact Tables

I edited my layout at Bigoo.ws, check out these Myspace Layouts!

Jumat, 06 Februari 2009

Lihat Dunia Secara Nyata

Setelah manusia belajar akan konsekuensi dirinya mereka tidak sadar apakah diri mereka benar atau tidak. bahkan alam ini ciptakan pun tidak tahu apa yang sebenarnya harus mereka lakukan. hanya berdasarkan akal mereka berkata, hanya berdasarkan rasa mereka berpikir, akan tetapi tidak mempunyai tujuan yang jelas. mungkin berpikir hanya dengan ucapkan mereka mampu mereka mampu merealisasikan kehidupan, tapi pada kenyataannya tidak semua itu hanya omong kosong, mereka bilang bahwa diri mereka seorang ulama tapi banyak dari mereka yang menggunakan label mereka untuk mencapai keuntungan dan memahami akan rasa tanggung jawab mereka terhadap hamba Allah dan kepada Sang Esa, jadilah nilai diri mansuia secara nyata bagaimana diri anda menilai hidup terhadap fakta terhadap setiap individu yang dilakukan bukan hanya dengan ucapkan yang menghasilkan khayalan semu.

Rabu, 28 Januari 2009

Belajar Dari Alam

Ketika manusia diciptakan, dirinya sudah dibekali fitrah yang ada dalam diri masing-masing indvidu,mereka belajar untuk berbicara, mereka belajar untuk tersenyum hingga mereka dewasa dan berpikir apa harus mereka lakukan untuk diri. namun apakah manusia sudah benar-benar mampu memahami dirinya secara utuh. karena keterikatan manusia

Jumat, 03 Oktober 2008

Antara Akal dan Logika

Setiap akal dan perbuatan manusia mempunyai konsekuensi tersendiri terhadap suatu hasil. karena setiap manusia menggunakan akal ataupun pikiran sesuai dengan nilai hati nurani yang berasal dari dalam diri secara positif. akan tetapi manusia tidak mungkin hanya hidup dengan akal pikiran saja. mereka pun harus mensinergikan antara akal pikiran dengan logika yang ada dengan suatu realitas kehidupan. tidak banyak dari diri kita yang hanya menggunakan satu sisi saja. apakah itu menggunakan akal pikiran saja atapun menggunakan logika saja. maka tidak heran ketika manusia menggunakan akal pikiran secara konseptualitas, mereka pun hanya mampu memahami diri mereka secara konseptualitas manusia saja. mereka hanya mengetahui suatu aturan dengan hukum - hukum yang jelas. akan tetapi mereka tidak memahami diri mereka dengan orang lain maupun dimana mereka berada.